5 Februari 2015, seluruh pimpinan dari berbagai instansi di di Kecamatan Mertoyudan, mulai dari Kepala UPT Disdikpora Kec. Mertoyudan, Camat Mertoyudan, Kapolsek Mertoyudan, Koramil Mertoyudan, Kepala Desa Banjarnegoro dan tidak ketinggalan pimpinan dinas Kesehatan mengunjungi SD Islam Al Firdaus Magelang, hal ini dilakukan bersamaan dengan foging yang dilakukan oleh tim foging dari dinas kesehatan Kabupaten Magelang. Dengan demikian terpaksa kegiatan pembelajaran dihentikan untuk sementara selama sekitar 30 menit lebih.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Kegiatan foging yang dilakukan oleh tim foging sekitar lebih dari satu jam, dilanjutkan kerja bakti seluruh warga sekolah. Yang sebelumnya diadakan apel di halaman sekolah

Pimpinan dari Dinas Kesehatan Mertoyudan, menjelaskan sebenarnya, “Fogging bukan cara yang paling baik untuk mencegah DBD, fogging hanya mematikan nyamuk yang sudah dewasa saja”.

“Sedangkan yang harusnya diberantas ialah jentik nyamuk asal muasal penyebabnya. Fogging saja tidak efektif, karena efeknya jangka pendek. Tiga hari kemudian akan ada nyamuk lagi, karena jentiknya tidak mati dengan fogging,”

selama ini fogging atau yang biasa kita kenal pengasapan kerap diandalkan masyarakat untuk memberantas nyamuk demam berdarah. “Padahal, fogging bukanlah upaya yang paling dianjurkan dalam pengendalian nyamuk demam berdarah,”

Fogging hanyalah salah satu rangkaian dalam membasmi nyamuk aedes aegypti, si pembawa virus dengue yang menyebabkan seseorang terkena demam berdarah. Untuk memberantas penyakit tersebut, pemberantasan jentik menjadi cara efektif yang dapat dilakukan,” demikian  sekaligus menganjurkan kebersihan dilingkungan sekolah hal pertama yang harus diperhatikan

Manfaat fogging sangat terasa di sekolah walaupun sudah dua hari berlalu. Nyamuk yang biasa terlihat terutama di tempat-tempat kumuh, laci meja, dan di pot bunga kini hampir tidak kelihatan serta lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi.

Alhamdulillah semoga semua sehat!!!